WH Kota Banda Aceh Ajak Pedagang Lebih Peduli Syariat

Banda Aceh – Tingginya angka pelanggaran terhadap Qanun dan Perda Syariat Islam ditempat-tempat wisata dalam wilayah hukum Kota Banda Aceh, terutama di pantai Ulee Lheu, membuat Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh harus bekerja ekstra. Jika dulu pengawasan sudah memadai dilakukan beberapa kali dalam seminggu, kini squad hijau lumut (Wilayatul Hisbah) nyaris harus menempatkankan petugasnya setiap hari di Ulee Lheu.

Hal tersebut seperti disampaikan Kasi Operasional Penegekan syariat Islam, Agus Sulaiman. Menurut pria yang akrap disapa Pak Agus itu tim nya harus bekerja ekstra untuk memberikan arahan kepada para pengunjung dan pedagang.

“dulu, kita lebih fokus memberikan pembinaan kepada para pengunjung yang mencuri-curi kesempatan melakukan maksiat. Tapi sekarang, beberapa pedagang malah ikut “mendukung” tindakan pelanggaran dengan cara tidak memasang lampu peneragangan yang memadai (remang-remang) bahkan ada oknum pedagang yang sengaja mematikan lampu ditempat usahanya” kata Agus.

Kondisi tersebut kata Agus berpotensi semakin menyulitkan Wilayatul Hisbah dalam melakukan pengawasan. Keterbatasan personil menjadi persoalan utama pengawasan dan penegakan Syariat Islam di Banda Aceh.

“bayangkan saja, tiap malam kami hanya bisa mengeluarkan surat perintah untuk 2 regu saja. Jika kedua regu tersebut hanya mengurus Ulee Lheu bagaimana dengan tempat-tempat lain?” tambah pria yang dulu pernah berdinas di BKKBN Aceh ini.

Sementara itu, Komendan Pleton I (satu) Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Anwar, SH, mengakui bahwa hampir tiap malam tidak kurang dari 3 pasang muda-mudi dibina ditempat oleh anggotanya.

“jika pelanggarannya ringan kita akan bina ditempat, namun jika berat maka akan kita bawa ke Kantor untuk proses lebih lanjut” kata Anwar.

Pria yang sudah berdinas di Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh sejak tahun 10 tahun lalu itu membenarkan jika ada beberapa pedagang yang ‘bandel’.

“memang benar, ada beberapa pedangang yang ‘bandel’. Sudah pernah kita ingatkan, namun masih tetap mengulangi kesalahan itu-itu saja” tambah Anwar.

Anwar berharap para pedagang yang mencari nafkah di seputaran Ulee Lheu hendaknya harus lebih peduli dan memperhatikan nilai-nilai syariat ditempat usahanya. Disamping untuk menyelamatakan generasi muda tindakan tersebut juga akan memberkahi usaha si pedagang.