Banda Aceh – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh memastikan akan tetap melakukan pengawasan di sekitar kawasan Underpass Beurawe. Meski mesin pompa air yang sempat rusak kini telah aktif kembali dan berfungsi normal, patroli rutin justru semakin diintensifkan guna mencegah terulangnya aksi sabotase maupun pencurian infrastruktur.
Langkah preventif ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan fungsi vital drainase di underpass tersebut tetap terjaga. Satpol PP WH menyiagakan personelnya secara nonstop guna menjamin aset publik tersebut aman dari tangan-tangan jahil yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Pengawasan di sekitar jembatan masih terus berlanjut. personel kita secara berkala melakukan pengawasan,” tegas Kasatpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Rizal menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala yang terbagi dalam empat waktu, yakni pagi, siang, sore, hingga malam hari. Menurutnya, keberadaan personel di lokasi secara rutin sangat krusial untuk memantau situasi keamanan dan memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindak pencurian kabel atau perusakan komponen pompa.
“Kita pastikan personel rutin mengunjungi Underpass untuk memastikan tidak ada hal-hal yang berpotensi terjadinya pencurian,” tambahnya.
Komitmen penjagaan ini terbukti dalam patroli terbaru yang dilakukan oleh Regu 3 WH di bawah pimpinan Komandan Regu Muhammad Muda. Saat melakukan penyisiran di area kolong jembatan Underpass Beurawe, petugas menemukan seorang pria dewasa yang berdiam diri di lokasi tersebut tanpa tujuan yang jelas.
Karena tidak dapat memberikan penjelasan mengenai kepentingannya berada di area vital tersebut, petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan meminta pria itu meninggalkan lokasi. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengingat kawasan tersebut sangat sensitif terhadap aksi pencurian komponen listrik.
Muhammad Rizal juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu langkah sinkronisasi lebih lanjut, termasuk rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lokasi. Selama perangkat pendukung tersebut belum terpasang sepenuhnya, patroli fisik oleh personel akan tetap menjadi tumpuan utama keamanan Underpass Beurawe.
Sebagaimana diketahui, Underpass Beurawe sempat menjadi sorotan setelah tergenang air akibat mesin pompa yang tidak berfungsi pasca aksi pencurian kabel. Kini, dengan aktifnya kembali pompa tersebut, Satpol PP WH berharap masyarakat juga ikut berperan aktif menjaga fasilitas tersebut dan segera melapor jika melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan di lokasi.